5 Hal Sederhana yang Diam-Diam Tingkatkan Risiko Terkena Demensia

Mengurangi risiko demensia bisa dimulai dengan kebiasaan sehari-hari Anda. Meskipun beberapa faktor risiko demensia tidak dapat diubah, seperti usia dan riwayat keluarga, Anda memiliki pilihan untuk menghentikan kebiasaan buruk yang meningkatkan risiko tersebut.

Para ahli telah mengidentifikasi kebiasaan sederhana yang dapat diubah untuk mengurangi risiko penurunan kognitif atau demensia. Simak lima kebiasaan yang bisa Anda kendalikan berikut ini.

Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh

Anda sudah tahu bahwa diet bergizi dan seimbang sangat penting untuk jantung dan berat badan. Tetapi Anda suka mengabaikan diet seimbang dan masih sering makan gorengan. Padahal, otak membutuhkan lemak sehat, protein, vitamin, dan mineral agar berfungsi dengan baik.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging menemukan bahwa terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dan risiko yang lebih tinggi untuk masalah kognitif, termasuk demensia. Sementara itu, nutrisi terbaik yang dapat Anda berikan untuk otak adalah diet yang penuh dengan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Cobalah mengganti mentega dengan lemak sehat seperti minyak zaitun, dan batasi asupan daging merah Anda.

Mengonsumsi terlalu banyak gula

Kebiasaan sederhana berikutnya yang diam-diam memicu demensia adalah mengonsumsi terlalu banyak gula. Peneliti dari University of Bath dan King’s College London pernah melakukan penelitian terhadap 30 orang dengan dan tanpa Alzheimer untuk melihat glikasi atau kondisi yang berhubungan dengan molekul gula dalam sistem tubuh seseorang. Mereka menemukan bahwa penderita Alzheimer lebih cenderung memiliki masalah dengan enzim vital yang disebut MIF sebagai akibat dari glikasi. Hal ini berarti ada hubungan antara gula darah tinggi dengan Alzheimer atau penyakit yang berkaitan dengan demensia.

Jarang berolahraga

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa olahraga bermanfaat bagi otak dan dapat mengurangi risiko terkena penyakit. Saat olahraga memompa oksigen dan darah ke jantung dan otot, otak Anda juga merasakan manfaatnya. Sebaliknya, jarang bergerak, apalagi jarang berolahraga, berkaitan dengan Alzheimer. Untuk itu, orang dewasa disarankan untuk berolahraga selama 30 menit sehari dan dilakukan selama lima hari dalam seminggu dengan intensitas sedang. Walaupun olahraga bagus untuk kesehatan otak, sebaiknya Anda tidak berolahraga dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur, karena hal itu dapat mengganggu tidur Anda.

Kurang tidur

Tahukah Anda, studi terbaru menunjukkan bahwa 15 persen kasus Alzheimer bisa saja disebabkan oleh masalah tidur. Untuk menurunkan risiko Anda, cobalah untuk menjaga jadwal tidur yang teratur. Jika Anda mengalami masalah tidur seperti insomnia, segera hubungi dokter untuk mengobatinya.

Menjadi seorang penyendiri

Penelitian yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology pada tahun 2018 menemukan adanya hubungan antara kesepian dan isolasi sosial serta risiko demensia. Di samping itu, orang yang kesepian juga memiliki risiko dua kali lipat terkena Alzheimer dibandingkan dengan orang-orang yang lebih suka bersosialisasi. Meskipun Anda merupakan seseorang yang introvert dan menikmati waktu sendirian, cobalah untuk melakukan lebih banyak aktivitas sosial, misalnya menjadi sukarelawan untuk mengajar anak-anak atau bergabung dengan komunitas olahraga.

Selain lebih sering bersosialisasi, cobalah untuk memperkuat ikatan penuh kasih dengan pasangan dan jauhkan diri dari kesepian. Untuk membantu Anda dan si dia semakin dekat, gunakan Sutra Merah yang lembut. Dengan adanya pelumas ekstra pada kondom ini, gairah akan bertambah tetapi perlindungan tetap maksimal. Inilah kondom yang akan membuat hubungan Anda semakin hangat karena lebih halus, lebih tipis dan lebih lembut.