IMS (Infeksi Menular Seksual)

Mitos #1 Gejala IMS

Anda tidak tahu apakah anda terjangkit IMS atau tidak secara kasat mata. Terkadang gejala IMS tidak terdeteksi dalam kurun waktu singkat tetepi gejala dapat muncul beberapa tahun kemudian setelah terinfeksi. Keadaan tersebut paling sering terjadi pada pria, jika Anda pernah berhubungan seks tanpa kondom, lakukanlah tes IMS.

 

Mitos #2 Herpes tidak akan menular kalau tidak ada gejala

Ada gejala atau tidak pasangan anda beresiko tertular HerpesHerpes merupakan virus yang dapat tiba-tiba aktif kapan saja tanpa peringatan dan gejala. Jadi, kalau pasangan sudah tertular Herpes dan Kutil Kelamin, segera periksakan ke dokter.

 

Mitos #3 IMS tidak dapat menular melalui oral seks

Beberapa IMS masih dapat tertular melalui oral seks, seperti Herpes, Kutil Kelamin, KlamidiaGonore dan Hepatitis B. Selalu gunakan kondom jika melakukan oral seks.

 

Mitos #4 Cukup Antibiotik saja sudah sembuh

Beberapa IMS dapat menyebabkan kemandulan kalau tidak diobati. Misalnya, Klamidia dapat menyebabkan kemandulan laki-laki maupun perempuan. Jika Anda atau pasangan Anda mempunyai IMS, temui dokter agar segera diobati.
Karen sifat antibiotik hanya menghentikan gejala, bukan menyembuhkan efek samping IMS.

 

Mitos #5 IMS tidak mengancam jiwa

Beberapa IMS merupakan penyakit mematikan, seperti Sifilis, HIV/AIDS dan Hepatitis B. Anda seharusnya diobati sesegera mungkin, meskipun HIV tidak dapat disembuhkan.

 

Mitos #6 Hanya orang yang berganti-ganti pasangan berisiko tertular IMS

Setiap orang berisiko tertular IMS. Bahkan jika Anda pernah berhubungan seks dengan satu pasangan saja, Anda masih bisa terinfeksi jika pasangannya sudah mempunyai IMS. Tertular IMS lebih mungkin untuk orang yang berganti-ganti pasangan hanya karena mereka tidak tahu kehidupan seksual pasangannya, dan mereka beresiko tinggi kalau tidak menggunakan kondom.

 

Mitos #8 Kondom tidak perlu digunakan kalau Anda menggunakan alat kontrasepsi lain

Tidak ada alat KB yg dapat melindungi diri dari IMS seperti pil KB dan suntik hanya mencegah kehamilan dan tidak akan melindungi terhadap kehamilan, spiral, bukan IMS. Kondom adalah satu-satunya alat kontrasepsi yang melindungi terhadap IMS maupun kehamilan.

 

Mitos #9 IMS bukan masalah bagi pasangan AndaAnda harus memberitahu pasangannya jika Anda mempunyai IMS, sekaligus menggunakan kondom. Beberapa IMS dapat tertular bahkan bila menggunakan kondom karena gejalanya hadir di bagian badan yang tidak tercakup oleh kondom. IMS seperti Herpes dan Kutil Kelamin dapat hadir di seluruh alat kelamin, makanya kemungkinan penularan IMS tidak benar-benar dihilangkan. Kalau ada gejala Herpes yang terlihat seperti hal tersebut, lebih baik tidak berhubungan seks.