Saat Wanita PMS, Pria Harus Hindari 7 Hal Ini!

Dalam kondisi biasa saja wanita sulit dimengerti. Ketika memasuki fase PMS (premenstrual syndrome) atau masa menjelang menstruasi, kaum Hawa semakin misterius—bahkan sulit dijangkau! Seminggu sebelum si dia kedatangan tamu bulanannya akan terasa seperti neraka kalau kamu nggak tahu cara menanganinya. Nggak mau hubungan diwarnai pertengkaran setiap hari? Saat pasangan PMS, hindari deh 7 hal ini:

1/ Membangunkan macan tidur
Sebulan sekali wanita akan mengalami ‘penumpukan hormon’ yang memengaruhi cara berpikir, perasaan, maupun tingkah lakunya. Berhubung sedang sensitif, pria sebaiknya tidak mencari gara-gara dengan wanita yang sedang PMS. Yang dimaksud mencari gara-gara, di antaranya lama membalas chat, terlambat menjemput tanpa alasan jelas, dan melakukan hal-hal lain yang kamu tahu sangat dibenci pasangan. Intinya pikir sebelum bertindak, deh, untuk sementara waktu.

2/ Terlalu berterus terang
Saat pasangan meminta pendapat, usahakan dijawab seperti kemauannya. Misalnya, nih, pasangan merasa gemuk saat memakai baju tertentu. Saat dia bertanya “Cocok nggak?” kamu diharapkan menyetujui pendapatnya serta memberikan sedikit pujian untuk menaikkan mood. Sst, jawaban yang bertentangan bisa dipastikan merusak keharmonisan antara kamu dan si dia.

3/ Meredakan ketegangan
Ketika pasangan mulai marah-marah tanpa sebab, merasa insecure, dan mengeluh nggak enak badan bisa jadi ia sedang PMS. Bahkan wanita pun bisa tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi hormon ketika supersensitif.

Sebagai pasangan yang baik, kamu bisa membantu si dia meredakan ketegangan dengan memberikan perhatian ekstra, mendengar keluh kesah, memberikan sentuhan tulus hingga diakhiri sesi bercinta yang hangat. Yap, bercinta membantu otak melepaskan hormon oksitosin dan hormon serotonin yang identik sebagai hormon kebahagiaan sehingga membuat diri sendiri lebih nyaman.

Gunakan kondom Sutra OK saat bercinta. Kondom berbahan lateks berkualitas ini juga dilengkapi pelumas khusus untuk sesi percintaan panjang dan panas. Si dia pasti suka! Pas buat mempertahankan hubungan selalu mesra.

4/ Terpancing emosi
Pahami bahwa pasangan kamu sedang mengalami PMS sehingga tidak perlu memusingkan kata-kata maupun sikapnya yang berlebihan. Kalau kamu ikutan baper, pasti komunikasi tidak jalan yang pada akhirnya membuat kalian berdua sering bertengkar. Rugi, kan?

5/ Menutup jalur komunikasi
Kadang wanita hanya ingin didengarkan plus dimengerti. Sekalipun sikap dan kata-kata pasangan menjengkelkan saat PMS, jangan sampai kamu menutup jalur komunikasi. Yakinlah bahwa si dia punya 1001 cara untuk menyiksa kamu bila ia merasa dicuekin—ups!

6/ Melupakan polanya
Kamu bisa mengambil tindakan preventif dengan mengunduh aplikasi siklus menstruasi di ponsel. Jika memahami kapan si dia mulai ‘meledak’, setidaknya kamu punya waktu untuk mempersiapkan diri—terutama hati agar nggak baper dengan cara menimbun stok kesabaran sebanyak-banyaknya. Sesekali kamu boleh melontarkan kalimat, “Kamu mau dapat, ya, marah-marah terus?” Percaya atau nggak, kalimat ini efektif membuat si dia mengerem tingkah lakunya yang kadang tidak masuk akal.

7/ Pasrah
Hindari pasrah menerima kondisi pasangan saat PMS! Kamu bisa, kok, membantunya melewati momen yang galau itu. Ajak si dia melakukan kegiatan relaksasi bersama seperti meditasi di pagi hari atau mendengarkan curhatnya dengan sabar. Jika tingkah pasangan semakin di luar kendali, kamu boleh ‘kabur’ sejenak untuk berkumpul bersama sahabat pria untuk menghindari pertengkaran nggak penting.

Meski ngga mudah, kamu harus berusaha membuat si dia mampu melewati hari-hari galau ini. Semoga lancar, ya!